Aksi
kebut-kebutan mobil menjadi ajang yang banyak digemari oleh para kalangan
remaja. Momment inilah yang menjadi
latar belakang cerita dari film Street
Society. Puluhan mobil mewah mewarnai jalannya cerita dalam film ini. Mobil
high class seperti Lamborghini,
McLaren, Aston Martin, dan juga Ferrari ditonjolkan hampir disetiap aksi
balapan. Anak muda yang diperankan oleh Marcel Chandrawinata sebagai Rio
menjadi tokoh utama dalam film ini. Gayanya yang urak-urakan namun memiliki kharisma menjadi idola wanita, apalagi dirinya yang
selalu memenangi berbagai aksi balapanjalanan. Berbagai dukungan untuk
menunjukkan kebolehannya datang dari sahabat-sahabatnya, Monty (Daniel Topan),
Gde (Yogie Tan), Nanda (Kelly Tandiono) dan juga pemilik bengkel Bang Frankie
(Ferry Salim). Musuh bebuyutan Rio yang selalu kalah balapan, Nico (Edward
Gunawan), selalu mengajak Rio untuk melakukan rematch atau balapan ulang. Namun, Rio tidak pernah mengindahkannya
sehingga Nico terus mengejarnya untuk melakukan balapan ulang.
Seperti
kebanyakan film pada umumnya, cerita dalam film ini tentu saja memiliki kisah
drama cinta yang sering terjadi pada anak-anak muda. Seorang DJ baru yang
datang dari Berlin bernama Karina(Chelsea Elizabeth), menarik perhatian Rio
untuk mendekatinya. Rio yang sering gonta-ganti
cewek pun merasa Karina adalah wanita yang berbeda. Bahkan Rio yang
terobsesi dengan dunia balapan jalanan memutuskan untuk meninggalkan dunia
lamanya demi menuruti apa yang Karina inginkan. Namun, datang seorang pembalap
misterius, Yopie (Edward Akbar), yang
membuat Rio harus memilih untuk kembali ke dunia lamanya.
Cerita balapan jalanan dengan
berbagai mobil mewah yang ditonjolkan membuat film ini patut menjadi film
termahal di Indonesia. Pada awal hingga tengah-tengah cerita, penonton akan
dapat menebak kemana jalan cerita akan dibawa. Aksi anak muda kaya raya yang doyan ngebut-ngebutan di jalan, datang
wanita cantik yang memikat hati peran utama, hingga aksi antagonis dari Nico.
Balapan dijalanan dengan berbagai mobil mewah tanpa adanya aksi ekstrim seperti
tabrakan ataupun adu tembak dirasa kurang dalam film yang bergenre aksi ini.
Belum lagi mobil mewah dengan kecepatan tinggi namun seperti terlihat hanya
film yang speed-nya dinaikkan. Namun,
diakhir film penonton akan dibuat ”tertipu” karena cerita yang sudah bisa
tertebak ternyata tidak terduga. Terlebih peran aktor dan aktris yang tampil
sempurna membuat beberapa penonton akan shock
dengan cerita yang sebenarnya. Overall, sebuah kemajuan dari film Indonesia
yang terus berkembang dan bersaing dengan film-film lainnya.

Comments
Post a Comment