Minggu ini baru saja menyelesaikan sebuah novel terjemahan dari Gramedia Pustaka Utama , berjudul The Dry, dalam versi terjemahannya berjudul Kemarau karangan Jane Harper, menurut saya buku ini merupakan buku ‘underdog’ karena gaungnya kurang terasa di Indonesia, tetapi setelah membaca buku ini, ternyata buku ini memang pantas ber-rating 4 bintang di Goodreads.com .
*
Novel ini bercerita tentang penyidik keuangan federal Australia Aaron Falk yang pulang kampung untuk menghadiri pemakaman sahabat masa kecilnya Luke Hadler yang meninggal karena dicurigai melakukan bunuh diri setelah membunuh anak dan istrinya di sebuah kota fiksi bernama Kiewarra yang berada di sebelah tenggara Australia. Penyidikan berlanjut karena orang tua Luke yang sudah dianggap sebagai orang tua sendiri oleh Falk, meminta Falk untuk mengecek secara detil kasus yang ada, karena saat Luke meninggal, kondisi dan keadaan rumah tangganya baik-baik saja. Penyidikan tidak berjalan mulus, kota kecil di Kiewarra ternyata menyimpan rahasia suram Falk di masa remaja, ia sempat dianggap membunuh sahabat perempuannya bernama Ellie Deacon, walaupun hal itu tidak terbukti karena kesaksian Luke dan Falk saat kejadian berlangsung yang tidak ada disana. Namun atas kejadian itu pula Falk beserta Ayahnya pergi ke Melbourne dan meninggalkan kota yang mereka sayangi.
Kini hal itu menghantui Falk selama penyidikan dengan adanya reaksi warga kota yang menolak kehadirannya lagi di kota tersebut. Mampukah Falk mengungkap motif dan pelaku pembunuhan Luke Hadler? Dan mampukah Falk membersihkan nama baiknya dari kejadian bertahun-tahun lalu yang pernah terjadi serta menemukan siapa pelaku pembunuhan Ellie Deacon? Jawabannya bisa kalian dapatkan setelah membaca buku ini hingga selesai.
*
Membaca buku ini membawa kita menikmati serunya penyidikan Falk atas kasus sahabatnya Luke Hadler, terjemahan dan narasi yang baik membuat cerita dalam novel ini menjadi semakin menarik untuk diikuti. Alur yang dibuat maju-mundur, namun pembaca tidak akan kesulitan untuk mengetahuinya, karena untuk yang bagian mundur akan ditulis miring.
Alur mundurnya sendiri dimunculkan dalam bab yang bersamaan dengan alur maju sehingga saat membaca novel ini saya membayangkan novel ini seperti dalam sebuah film, dimana saat adegan tertentu ada kilasan cerita dari masa lalunya.
*
Karakter di novel ini well-developed menurut saya, bahkan untuk karakter-karakter cameonya saja dibuatkan background pendidikan. Padahal kalau dipikir mereka munculnya cuma sebentar, tapi ini menjadi suatu nilai lebih di novel ini.
*
Akhirnya, saya tidak menyesal mencoba buku ini, bahkan setelah menutup buku pertamanya saya langsung ingin baca buku keduanya; Force of Nature (cuma sayangnya belum saya beli =D )
*
Yang masih mengganjal bagi saya adalah hubungan Falk dengan satu-satunya sahabat lama nya yang tersisa bernama Gretchen apakah masih berlanjut atau tidak ya?? Karena sepertinya Falk mempunyai chemistry dengan Gretchen.
*
Overall saya berikan 5/5 bintang untuk buku ini. Selamat Membaca!

Comments
Post a Comment